Analisis Perbandingan Kinerja Struktur Pilar Tipe Kolom Tunggal, Ganda, dan Dinding pada Jembatan Nasional Pakem-Kalasan STA.37+417 Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo Seksi 1 Paket 1.2
DOI:
https://doi.org/10.69693/jesa.v3i2.48Keywords:
Kinerja Struktur, Kolom Ganda, Kolom Tunggal, Pilar Dinding, Pilar JembatanAbstract
Jembatan Nasional Pakem-Kalasan STA.37+417, bagian Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo Seksi 1 Paket 1.2, memiliki bentang total 111,91 m dalam tiga segmen (41,79 m; 28,33 m; 41,79 m). Desain eksisting menggunakan pilar kolom ganda 2×2 m setinggi 8 m. Karena lokasi rawan gempa, tipe pilar sangat memengaruhi daya dukung, kekakuan, daktilitas, dan respons seismik struktur, sehingga dilakukan kajian komparatif tipe pilar tunggal, ganda, dan dinding untuk menentukan tipe paling efisien berdasarkan gaya dalam, persyaratan P-Δ, perilaku tekuk, daktilitas, serta stabilitas geser dan guling. Metode kuantitatif digunakan melalui pemodelan 3D finite element dengan CSiBridge mengacu pada SNI 1725:2016, SNI 2833:2016, dan SE Dirjen Bina Marga No. 06/SE/Db/2021, dengan verifikasi desain menggunakan Microsoft Excel. Hasil menunjukkan Pilar Dinding menerima gaya (Pu=42.453,95 kN; Vu=16.635,24 kN; Mu=155.793,01 kNm), Pilar Tunggal (Pu=38.300,82 kN; Vu=12.151,27 kN; Mu=107.341,37 kNm), Pilar Ganda (Pu=26.669,37 kN; Vu=7.855,38 kN; Mu=21.172,36 kNm). Seluruh pilar memenuhi syarat kelangsingan, kriteria P-delta, rasio tulangan pengekang minimum, serta faktor keamanan geser (≥1,5) dan guling (≥2,0) sesuai SNI 8460:2017. Dari enam aspek kinerja, Pilar Ganda unggul tiga aspek (perilaku struktur, stabilitas geser, stabilitas guling), Pilar Tunggal dua aspek (perilaku tekuk dan daktilitas), Pilar Dinding satu aspek (persyaratan P-Δ), sehingga Pilar Ganda terbukti paling efisien sekaligus memvalidasi desain eksisting.
Downloads
References
[1] F. S. Ahmad, “Dampak Pembangunan Jalan Tol Trans Jawa terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah,” Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan, vol. 11, no. 1, pp. 1–18, 2022, doi: 10.29244/jekp.11.1.2022.1-18.
[2] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Rencana Pengembangan Infrastruktur Wilayah D.I. Yogyakarta 2025–2034. Jakarta, Indonesia: Kementerian PUPR, 2024.
[3] Direktorat Jenderal Bina Marga, Surat Edaran Nomor 06/SE/Db/2021 tentang Panduan Praktis Perencanaan Teknis Jembatan. Jakarta, Indonesia: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2021.
[4] M. Jamal, M. J. Alkas, and S. Yusuf, “Analisa perbandingan struktur pilar jembatan dengan tipe satu kolom dan dua kolom,” JurnalSIPILsains, vol. 8, no. 2, pp. 11–22, 2018.
[5] I. P. Rahardjo, Chomaedhi, and Y. Hanifah, “Studi perbandingan kinerja pier jembatan tipe portal dengan tipe dinding,” Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, vol. 17, no. 2, pp. 15–19, 2019.
[6] Direktorat Jenderal Bina Marga, Surat Edaran Nomor 06/SE/Db/2021 tentang Panduan Praktis Perencanaan Teknis Jembatan. Jakarta, Indonesia: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2021.
[7] Badan Standardisasi Nasional, Pembebanan untuk Jembatan, SNI 1725:2016. Jakarta, Indonesia: BSN, 2016.
[8] Badan Standardisasi Nasional, Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan, SNI 2847:2019, Pasal 6.2.5. Jakarta, Indonesia: BSN, 2019.
[9] Badan Standardisasi Nasional, Perencanaan Jembatan terhadap Beban Gempa, SNI 2833:2016, Pasal 6.5. Jakarta, Indonesia: BSN, 2016.
[10] Badan Standardisasi Nasional, Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan, SNI 2847:2019, Pasal 25.7.3.3. Jakarta, Indonesia: BSN, 2019.
[11] Badan Standardisasi Nasional, Persyaratan Perancangan Geoteknik, SNI 8460:2017, Pasal 10.2.5.3. Jakarta, Indonesia: BSN, 2017.
[12] Badan Standardisasi Nasional, Persyaratan Perancangan Geoteknik, SNI 8460:2017, Pasal 10.2.5.3. Jakarta, Indonesia: BSN, 2017.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Engineering and Science Application

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













