Analisis Perhitungan Volume dan Detail Penulangan Balok Beton Bertulang Menggunakan Tekla Structures pada Proyek Gedung 3 Lantai (Studi Kasus: Wijaya Guest House)
DOI:
https://doi.org/10.69693/jesa.v3i2.46Keywords:
Building Information Modeling, Tekla Structures, Berat Tulangan, Balok Beton Bertulang, Metode KonvensionalAbstract
Perhitungan volume dan berat tulangan balok beton bertulang secara manual rentan terhadap kesalahan akibat keterbatasan visualisasi dua dimensi, terutama pada bangunan dengan variasi tipe balok yang kompleks. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil perhitungan berat tulangan balok antara metode manual dan metode Building Information Modeling menggunakan Tekla Structures pada proyek Wijaya Guest House, bangunan tiga lantai dengan dak atap di Jakarta. Metode yang digunakan adalah kuantitatif komparatif, dengan data primer berupa hasil pemodelan tiga dimensi pada Tekla Structures dan data sekunder berupa gambar kerja serta Bar Bending Schedule dari kontraktor pelaksana. Perhitungan manual mengelompokkan balok ke dalam sembilan hingga sebelas tipe per lantai berdasarkan asumsi bentang bersih seragam, sedangkan Tekla Structures menghasilkan data quantity take off otomatis untuk dua puluh satu hingga tiga puluh dua cast unit individual per lantai sesuai geometri aktual di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan total berat tulangan balok hasil perhitungan manual mencapai 21.248,10 kilogram, sedangkan hasil pemodelan Tekla Structures menghasilkan 14.948,50 kilogram, dengan selisih rata-rata 29,65 persen lebih rendah pada data aktual dibandingkan perhitungan manual. Selisih terbesar terjadi pada Lantai 2 sebesar 37,35 persen dan terkecil pada Dak Atap sebesar 11,53 persen. Analisis lanjutan terhadap estimasi Rencana Anggaran Biaya menunjukkan bahwa penggunaan hasil perhitungan manual berpotensi menyebabkan kelebihan anggaran pengadaan besi tulangan hingga 42,14 persen dibandingkan kebutuhan aktual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemodelan BIM berbasis Tekla Structures memberikan estimasi volume dan berat tulangan yang lebih presisi, efisien, dan andal sebagai dasar pengendalian biaya proyek dibandingkan metode konvensional.
Downloads
References
Adhi, R. P., Hidayat, A., & Nugroho, H. (2016). Perbandingan Efisiensi Waktu, Biaya, dan Sumber Daya Manusia antara Metode Building Information Modelling (BIM) dan Konvensional. Jurnal Karya Teknik Sipil, 5(2), 220–229.
Badan Standarisasi Nasional. (2019). SNI 2847:2019 Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. Badan Standarisasi Nasional, —, —.
Budiman, E., Ariani, I., & Pontus, A. J. (2024). Sosialisasi tentang Panjang Penyaluran dan Kait Sambungan Balok dan Kolom pada Tenaga Konstruksi di Kutai Kartanegara. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 4(1), 227–234. https://doi.org/10.54082/jamsi.1056
Diputra, G. A., Wiranata, A. A., & Kharisma, A. (2023). Perbandingan Bill of Quantity (BOQ) antara Dokumen Kontrak dengan Hasil Perhitungan Tekla Structures (Studi Kasus: Proyek Gedung Mall di Pulau Jawa). Jurnal Spektran, 11(1), 55–61. https://doi.org/10.24843/SPEKTRAN.2023.v11.i01.p07
Eastman, C., Teicholz, P., Sacks, R., & Liston, K. (2011). BIM Handbook: A Guide to Building Information Modeling for Owners, Managers, Designers, Engineers, and Contractors (2nd ed.). John Wiley & Sons, —, —.
Ervianto, W. I. (2005). Manajemen Proyek Konstruksi (Edisi Revisi). Andi Offset, —, —.
Fitriono, F., Haza, Z. F., & Shulhan, M. A. (2023). Analisis Perbandingan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Metode Konvensional dengan Metode Building Information Modeling (BIM) (Studi Kasus Gedung 3 Lantai di Yogyakarta). Jurnal Ilmu Teknik Sipil Surya Beton, 7(1), 13–24.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2018). Modul 5: Pemodelan 3D, 4D, 5D, 6D, dan 7D serta Simulasinya dan Level of Development (LOD). Pelatihan Perencanaan Konstruksi dengan Sistem Teknologi Building Information Modeling (BIM). Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia PUPR, —, —.
Maulina, E. E., Wiryasuta, I. K. H., & Rodiyani, M. (2023). Perhitungan Quantity Take Off Pekerjaan Beton pada Proyek X dengan Aplikasi Tekla Structures. Portal: Jurnal Teknik Sipil, 15(2), 1–11. https://doi.org/10.30811/portal.v15i2.4276
Meinarwati. (2022). Evaluasi Penerapan BIM Tekla Structures terhadap Perhitungan Bar Bending Schedule (Studi Kasus Gedung Dormitory Proyek Pembangunan Fasilitas Kawasan Geodiversitas Indonesia di Karangsambung Paket 2). Tugas Akhir, Universitas Gadjah Mada, —, —.
Mulyono, B., Zain, H. A., & Sudibyo, G. H. (2022). Analisis Perbandingan Efektifitas Metode Konvensional dan BIM pada Elemen Struktur Beton (Studi Kasus Gedung Pelayanan Pendidikan FISIP Unsoed). Jurnal DISPROTEK, 13(1), 37–44. https://doi.org/10.34001/jdpt.v13i1.3078
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 8 Tahun 2023. Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kementerian PUPR, —, —.
Pratama, A., & Marzuki, P. F. (2023). Kajian Implementasi BIM (Building Information Modeling) di Indonesia Berdasarkan Perspektif Pelaksana Konstruksi (Studi Kasus: Proyek Kontraktor BUMN). Jurnal Teknik Sipil, 30(2), —. https://doi.org/10.5614/jts.2023.30.2.15
Putri Artanti, T., Ketut Sucita, I., & Yanuarini, E. (2022). Perbandingan BOQ Tulangan antara Metode Konvensional dengan BIM Apartemen “X”. Jurnal Poli-Teknologi, 21(1), 28–35. https://doi.org/10.32722/pt.v21i1.4140
Rahmiyumna, I. (2021). Analisis Perbandingan Perhitungan Volume Beton dan Baja Tulangan Metode Konvensional dan Building Information Modelling (BIM) dengan Menggunakan Software Tekla Structure 2021. Tugas Akhir, Universitas Gadjah Mada, —, —.
Salsabila, S., & Apdeni, R. (2025). Implementasi Building Information Modeling (BIM) dalam Perhitungan Volume Besi Tulangan dan Bar Bending Schedule (Studi Kasus: Pembangunan Rumah Sakit X). Jurnal Applied Science in Civil Engineering, 6(4), 449–455.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Engineering and Science Application

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













