Strategi Selubung Bangunan Responsif Matahari Pada Studi Perancangan Konseptual Mixed-Use High-Rise di Sentul City

Authors

  • Rizki Hartopik Universitas Mpu Tantular
  • Sitti Wardingsih Universitas Mpu Tantular

DOI:

https://doi.org/10.69693/jesa.v3i2.111

Keywords:

Selubung Bangunan, Responsif Matahari, Mixed-Use, High-Rise, Green Building, Sentul City

Abstract

Perkembangan kawasan Sentul City, Kabupaten Bogor, mendorong kebutuhan bangunan mixed-use yang mampu mengintegrasikan fungsi hunian, perkantoran, dan komersial secara efisien. Pada bangunan tinggi di iklim tropis, paparan radiasi matahari pada fasad dapat meningkatkan perolehan panas dan kebutuhan pendinginan. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi selubung bangunan responsif matahari pada rancangan konseptual mixed-use high-rise di Sentul City. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan perancangan arsitektur melalui studi literatur, observasi tapak virtual, analisis orientasi matahari, identifikasi fasad kritis, dan sintesis keputusan desain. Objek perancangan berada pada lahan 50.000 m², direncanakan setinggi 20 lantai dengan total luas lantai 74.772 m². Hasil analisis konseptual mengidentifikasi fasad barat sebagai bidang yang memerlukan perlindungan lebih intensif terhadap paparan matahari sore, sedangkan sisi timur berpotensi mendukung pencahayaan alami pagi. Respons desain dirumuskan melalui pengaturan orientasi dan konfigurasi massa, penempatan bidang masif dan core, secondary skin, kaca Low-E, bukaan terkontrol, serta vertical greenery. Strategi tersebut diintegrasikan dengan ruang terbuka hijau, sistem pemanenan air hujan, dan panel surya sebagai bagian dari pendekatan Green Building. Penelitian ini menyimpulkan bahwa analisis matahari dapat diterjemahkan menjadi keputusan desain selubung yang menyatukan pertimbangan iklim, fungsi, dan ekspresi arsitektur. Karena studi masih berada pada tahap konseptual, klaim penghematan energi perlu diuji melalui simulasi termal dan evaluasi kuantitatif lanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Badan Standardisasi Nasional. (2020). SNI 6389:2020: Konservasi energi selubung bangunan pada bangunan gedung. BSN.

2. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. (2002). Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung (SNI 03-6572-2001). Depkimpraswil.

3. GhaffarianHoseini, A., Tookey, J., GhaffarianHoseini, A., Yusoff, S. M., & Hassan, N. B. (2016). State of the art of rainwater harvesting systems towards promoting green built environments: A review. Desalination and Water Treatment, 57(1), 95–104. https://doi.org/10.1080/19443994.2015.1021097

4. Givoni, B. (1998). Climate considerations in building and urban design. John Wiley & Sons.

5. Green Building Council Indonesia. (n.d.). GREENSHIP New Building. https://gbcindonesia.org/greens/new

6. Lechner, N. (2015). Heating, cooling, lighting: Sustainable design methods for architects (4th ed.). Wiley.

7. Neufert, E., & Neufert, P. (2019). Architects’ data (5th ed.). Wiley-Blackwell.

8. Olgyay, V. (2015). Design with climate: Bioclimatic approach to architectural regionalism (New and expanded ed.). Princeton University Press.

9. Pemerintah Kabupaten Bogor. (2024). Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 1 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor Tahun 2024–2044. Pemerintah Kabupaten Bogor.

10. Perini, K., Ottelé, M., Fraaij, A. L. A., Haas, E. M., & Raiteri, R. (2011). Vertical greening systems and the effect on air flow and temperature on the building envelope. Building and Environment, 46(11), 2287–2294. https://doi.org/10.1016/j.buildenv.2011.05.009

11. Su, M., Jie, P., Li, P., Yang, F., Huang, Z., & Shi, X. (2023). A review on the mechanisms behind thermal effect of building vertical greenery systems (VGS): Methodology, performance and impact factors. Energy and Buildings. https://doi.org/10.1016/j.enbuild.2023.113785

12. Teston, A., Scolaro, T. P., Maykot, J. K., & Ghisi, E. (2022). Comprehensive environmental assessment of rainwater harvesting systems: A literature review. Water, 14(17), Article 2716. https://doi.org/10.3390/w14172716

13. U.S. Department of Energy. (n.d.). Commercial and residential building energy codes: ASHRAE Standard 90.1. https://www.energycodes.gov/commercial-and-residential-building-energy-codes

14. Wong, N. H., Chen, Y., Ong, C. L., & Sia, A. (2003). Investigation of thermal benefits of rooftop garden in the tropical environment. Building and Environment, 38(2), 261–270. https://doi.org/10.1016/S0360-1323(02)00066-5

15. Yeang, K. (1999). The green skyscraper: The basis for designing sustainable intensive buildings. Prestel.

16. ASHRAE. (2022). ANSI/ASHRAE/IES Standard 90.1-2022: Energy standard for sites and buildings except low-rise residential buildings. ASHRAE.

Downloads

Published

23-10-2026

How to Cite

Hartopik, R., & Wardingsih, S. (2026). Strategi Selubung Bangunan Responsif Matahari Pada Studi Perancangan Konseptual Mixed-Use High-Rise di Sentul City. Journal of Engineering and Science Application, 3(2), 483–494. https://doi.org/10.69693/jesa.v3i2.111

Issue

Section

Articles